Semakin Ku Kejar, Semakin Kau Jauh
Ada satu rasa yang mungkin akrab: ketika seseorang dikejar, ia terasa makin jauh. Rasa itu bisa sangat nyata, bahkan ketika belum ada yang membuktikan bahwa mengejar adalah penyebabnya. Edisi ini tidak berusaha membuktikan atau membantahnya. Ia mengikuti rasa itu lewat tiga lagu yang memotret jarak dari tiga posisi yang berbeda.
"Semakin Ku Kejar Semakin Kau Jauh" membuka dari posisi yang mengejar. Judulnya terdengar seperti hukum, tapi isi liriknya hampir seluruhnya pengandaian: bila mungkin, mungkinkah, bilakah. Pertanyaan yang tersisa bukan apakah rasanya benar, tapi apa ukuran yang dipakai untuk mengujinya. "Centimeters" menggeser sudut pandang: di sana tidak ada yang mengejar, dua orang sama-sama sudah menyiapkan jawaban dan sama-sama berhenti, tapi jaraknya tetap ada. "Kono Hiroi Sora no Shita de" menutup dengan jarak yang sudah menjadi kenyataan, dan menunjuk kehilangan yang sering terlewat: bukan kehadiran seseorang, tapi posisi sebagai orang yang paling mengenalnya.
Ketiga lagu menyebut sebab jarak dengan cara yang berbeda, atau tidak menyebutnya sama sekali. Edisi ini sengaja tidak memilih di antaranya. Yang bisa dibawa pulang pembaca adalah pertanyaan, bukan kesimpulan: apa yang akan kamu hitung sebagai "menjauh", siapa yang sebenarnya menunggu untuk dikejar, dan sampai kapan pengetahuanmu tentang seseorang masih layak disebut tahu.